Kunjungan siswa-siswa manis SD Cijagra 1

“Aku rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad SAW sebagai Nabi”. 
Begitulah perasaan tulus tak terucap dari wajah-wajah setiap hamba yang senantiasa menetapkan segala niat ibadahnya setiap waktu. Tanpa terkecuali, orang tua, orang dewasa, bahkan anak-anak yang masih bersih dan polos.
Inilah sebuah fakta bahwa kasih sayang itu masih ada, cinta tulus itu masih bergelora, dan kumandang penyeru atas kebaikan itu masih bergema, tentu saja di negeri yang carut marut bumi Indonesia.
Berbahagialah para Ayah Bunda, guru-guru salih salihah, karena melalui tanganmulah, para tunas bangsa, generasi syi’ar agama, tampil dengan luar biasa.

Lihatlah belasan putra terbaik kelas VI SD Cijagra 1, diiringi cahaya pagi hari ke-24 Bulan Romadon, dengan bekal Ukhuah  luar biasa,
Datang ke Kantor Skretariat LSM Ummimaktum Voice tanpa meninggalkan kejenakaan dan keceriaan sebagai anak-anak.

Kejutan bagi segenap Kru LSM UMV atas kedatangan mereka yang membawa uang kencleng dari donasi yang dikumpulkan selama bulan Romadon untuk program pemberantasan butahuruf Al-quran Braille.

Fakhri, Diki, Gilang dan kawan-kawannya Pagi itu Selasa, 16 Agustus 2012 atau 24 Romadon 1433 Hijriyah, menorehkan keceriaan di ruang tengah kantor LSm dan dan berdialog dengan para pengurus sambil duduk santai di lantai.
Mereka aktif bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan LSM UMV dan program pemberantasan Butahuruf Al-quran Braille.
Anak-anak itu sangat antosias saat mendengarkan paparan yang disampaikan Kang Sakidi terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan anak-anak lugu ini.
Tak kurang dari 1 jam dialog yang sesekali diselingi tawa riang itupun berlangsung.
Selain pengetahuan dalam hal Huruf Arab Braille dalam Al-quran Braille yang bisa mereka lihat secara langsung, merekapun mendapat tambahan pengetahuan pada teknologi pembaca layar untuk perangkat komputer dan handfhon yang digunakan para tunanetra sekarang ini.

Untuk menjawab rasa penasaran soal kenapa Tunanetra bisa menulis dan membaca SMS, dilakukan simulasi kecil dimana beberapa anak mengirimkan SMS pada handphone Teh Nensi, kemudian Nensi membaca SMS tersebut dan membalasnya pada tiap nomor anak sebagai pengirim.
Setelah dirasa silaturahim itu cukup, anak-anak pintar itupun berpamitan.

“terimakasih Adik-adik manis! salam untuk Ibu Guru Yuyun (salah satu donatur program AQB) dan Ayah ibu yah! dan sampaikan pula ucapan terimakasih atas donasi yang telah dititipkan pada LSM UMV”.