Dampak Covid-19 untuk Insan Tuna Netra

Assalamualaikum wr wb

Innalillahi wa innailaiho rojiun.


Musibah yang tengah melanda Indonesia kini cukup membuat warga panik dan was-was. Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia ada beberapa negara lain yang sudah terlebih dahulu terjangkit covid-19 atau corona ini. Dari Wuhan China virus ini terus menjalar ke berbagai negara per- 25 Maret 2020 , Italia berada di puncak dimana korban yang meninggal begitu banyak. Istilah lockdown atau dibatasinya runag aktivitas warga tak ada yang masuk maupun keluar dari negara atau wilayah tertentu. Usaha ini sudah diterapkan Italia untuk menekan penyebaran jadi makin parah dan meluas.

Di Indonesia pada tanggal 02 Maret 2020 adalah waktu dimana warga negara Indonesia dinyatakan positif corona. Pemberitaan ini meluas setelah media massa memberitakan bahwa corona telah tiba di Indonesia. Kini pemerintah masif melakukan banyak usaha untuk menekan angka masyarakat yang positif dari corona. Dari mulai sosialisasi bagaimana penularan covid-19, pencegahan serta berbagi masker serta sanitizer untuk masyarakat. Memberikan support untuk tenaga medis yang berada di garis terdepan dalam menangani wabah ini. Tak sedikit tenaga medis kehilangan nyawanya saat tengah berjibaku dengan wabah ini. Berita sedih tersebut juga terjadi pada para pedagang kaki lima yang mulai sepi pembeli, ruko dan tempat-tempat wisata yang bisa menampung massa mulai sepi. Pemerintah memberikan himbauan tegas untuk tetap berada dirumah dan melakukan social distancing.

Social distancing ini di gencarkan tak lain untuk menghentikan rantai penularan covid ini. Setiap orang di haruskan berada di rumah dengan selalu menjaga kesehatan, mencuci tangan, dan memakai masker jika keluar dari rumah dan berada pada situasi penting yang mengaharuskan orang tersebut keluar. Meningkatkan daya imun tubuh dan memberi jarak pada anggota keluarga lain dan siapapun yang ditemui. Mengingat sangat mudahnya virus ini tertular dari satu orang keorang lainnya. Jarak satu meter menjadi jarak aman untuk berinteraksi itupun seperlunya.
Indonesia amat serius menghadapi covid-19 yang kemudian di tetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Pandemi adalah epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benua, atau di seluruh dunia (sumber : wikipedia). Usaha pemerintah terus dilakukan dari mulai meliburkan semua siswa, mahasiswa dan pekerja lainnya yang masih bisa dikerjakan dari rumah. Pemerintah menghimbau untuk 14 hari berada di rumah namun, jika situasi tak kunjung membaik keputusan untuk memperpanjang masa sosial distancing ini diperpanjang menjadi pilihan selanjutnya.

Allah SWT menterjadikan sesuatu tak akan luput dari hikmah, pelajaran bagi kita semua. Ada maksud yang ingin Allah SWT sampaikan kepada kita. Semoga dengan musibah ini tak membuat kita berprasangka tak baik kepada Allah SWT.
إنّاَ لِلهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجُرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya”
Insyaallah Allah SWT akan memberi ganti yang lebih baik daripadanya. Ditengah keadaan ini dimana setiap sendi masyarakat tengah mengalami kemerosotan terlebih di bidang ekonomi yang membuat saudara-saudara kita harus mengalami kerugian bahkan gulung tikar. Dikondisi ini mari kita ulurkan tangan kita agar dampak covid-19 ini tak membuat saudara-saudara kita meninggal karena virus tapi juga karena kelaparan naudzubillah.

Dampak adanya kebijakan untuk selalu dirumah banyak pekerja yang kemudain bekerja dari rumah Work From Home (WFH). Ada beberapa pekerja yang kemudian membawa pekerjaannya di rumah kemudian sistem monitoringpun diberdayakan. Beda halnya dengan insan tuna netra yang juga adalah kepala keluarga. Menafkahi anak istri tetap tidak libur sedang beberapa mata pencaharian insan tuna netra diantaranya adalah terapi pijat. Sudah barang tentu kegiatan ini jadi sepi jika dalam sehari ada tiga atau empat pesien yang dipijat hari ini menjadi sepi. Mengingat jarak satu meter tidak saling bersentuhan menjadi himbauan untuk setiap warga.
Tak sedikit yang akhirnya insan tuna netra turun lagi kejalan, jalan tertatih-tatih dengan tongkat di lampu-lampu merah demi mendapatkan uang untuk menghidupi anak dan istrinya.

Anggapan bahwa nyawa kita terancam karena covid-19 ini ditambah, barangkali kita bisa lebih cepat meninggal bukan karena covid-19 tapi karena kelaparan. Untuk pekerja yang masih bisa bertahan bisa mencari alternatif pekerjaan lain. Tapi untuk tuna netra peluang alternatif tak sebanyak dan seluar orang normal lainnya.
Inilah ruang amal soleh bagi kita membantu saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan kita. Berapapun itu amat bermanfaat bagi mereka. Semoga wabah ini segera berakhir dan kita semua dapat menikmati lagi kehangatan bercengkrama dengan orang-orang tersayang dan kepala keluarga bisa leluasa lagi mencari nafkah untuk anak dan istrinya.

“Bentengilah (lindungi keberkahan) hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit dengan bersedekaah, dan persiapkan doa untuk menghadapi (menghindari) datangnya bencana” (HR. Ath-Thabrani).
LSM Ummi Maktum Voice tetap melayani wakaf ayah-bunda yang disalurkan melalui transfer ke rekening kami .

No rekening kami untuk transfer wakaf .
1. Bank mandiri 13000 14000 999
2. Syariah mandiri 71 80000 989
3. BCA 810 0877 881
A.n ummi maktum voice
Serta konfirmasi wakaf via Telp dan WA di (022) 522 8552 dan 0812 2265 8656.

Kunjungi pula sosial media kami:
Fb dan Web : umv.or.id
Ig : @ummimaktumvoice .
Youtube : Ummi Maktum Voice
Jazakumullah semoga kita selalu diberikan kesehatan dan semoga bumi ini lekas pulih dari wabah ini.