Sanlat Ramadhan Ummi Maktum Voice Putaran kedua

Sanlat Ramadhan Ummi Maktum Voice Putaran kedua

Pesantren Al- Qur’an Ramadhan kembali kami gelar Pada tanggal 5 Juni 2017 yang bertempat di Sekretariat LSM UMV Jalan Pasirsalam No 31A. Qur’an adalah tuntunan dan cahaya kehidupan oleh sebab itu membaca dan mempelajari Al-Qur’an wajib hukumnya bagi semua umat muslim. Hal ini juga yang dilakukan oleh para penyandang tuna netra yang melakukan pelatihan dan mengikuti sosialisasi pentingnya membaca Al-Qur’an.

Ketua LSM UMV Sedang Memberikan Sambutan dan Motivasi kepada para peserta Pesantren Ramadhan Pelatihan Al-Qur’an Braile

“Tidak ada keterbatasan untuk mempelajari Al-Qur’an” Begitulah hal yang di sampaikan oleh Ketua LSM Ummi Maktum Voice H. Entang Kurniawan. Beliau juga mengatakan bahwa tuna netra jangan di jadikan sebuah alasan untuk tidak mau mempelajari Al-Qur’an. Kang Entang, begitulah sapaan kami, memberi sambutan serta membuka acara Pesantren Ramadhan angkatan ke dua ini memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta yang akan mengikuti pelatihan membaca Al-Qur’an braille, karena ada di antara mereka yang sebelumnya belum pernah sama sekali belajar membaca Al-Qur’an, tetapi walaupun begitu semangat dan antusias mereka begitu terlihat dari senyumannya.

Para peserta yang mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan ini ternyata memiliki berbagai macam profesi, ada yang berprofesi sebagai tukang pijat, ada yang masih menyelesaikan pendidikannya, dan ada pula yang berdagang. Ini yang paling menarik, ternyata di antara para tuna netra, ada beberapa orang yang berdagang dan berbisnis, di antaranya yaitu Bapak Arsen yang berjualan parfum dan Pa ii yang berjualan celana panjang. “Selain saya berjualan disini, biasanya saya berjualan juga di Pasar Baru” Ujar pa Arsen salah satu tuna netra yang kegiatan sehari-harinya berjualan parfum.

BPK Arsen Pedagang Parfum

Walaupun memiliki keterbatasan dalam penglihatan mereka memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu dan melakukan aktivitas lainnya, keterbatasan tidak di jadikan penghalang mereka untuk melangkahkan kaki menuju cahaya ilmu yang nantinya akan menjadi penerang di hari akhir nanti. Karena sesuai dengan moto LSM UMV yaitu “ Membuka mata hati, menghadirkan Al-Qur’an di dalam hati”.

Hal yang di pelajari dari pelatihan ini yaitu pengenalan huruf hijaiyah yang terdiri dari huruf-huruf pokok, serta huruf-huruf berdasarkan makhroj. Sebelum memulai belajar yang di pandu oleh tiga orang tutor yaitu Bapak Yayat, Bapak Halim, serta Ibu Faridah. Sebelum memulai belajar para peserta melakukan pemanasan jari-jari tangan. “Untuk membaca huruf braile yang cara pembacaannya di raba oleh tangan, supaya jarinya tidak kaku maka dilakukan pemanasan terlebih dahulu”, ujar ibu Faridah. Cara membacanya yaitu dengan menghubungkan titik-titik vertikal dan horizontal yang terdiri dari dua titik vertikal dan tiga titik horizontal dalam setiap kolom terdiri dari 6 titik. Supaya peserta tidak merasa bosan para tutor yang juga penyandang tuna netra memberikan games kecil supaya peserta menjadi lebih senang dalam belajarnya. Terbukti, semangat belajar terpancar dari aura wajah mereka