Pojok Inspirasi: Penyakit Glukoma Tidak Menyurutkan Semangat Berwakaf

Ada gurat senyum terkembang pada wajah Ibu Neni Rohiyani saat kami, tim LSM Ummi Maktum Voice datang ke tempat kediamannya di Binong Jati, Bandung. Di usianya yang senja, beliau tetap semangat untuk turut berkontribusi dalam program pemberantasan buta huruf Al-Quran Braille melalui layanan jemput wakaf LSM Ummi Maktum Voice.

Ibu Neni begitu antusias menceritakan pengalamannya hingga saat ini menjadi pendengar setia program kami di radio 102,7 MQFM Bandung. Keinginannya untuk berwakaf langsung ke kantor kami di jl. Pasir Salam No.31A, Bandung belum terpenuhi. Alhamdulillah dengan adanya program layanan jemput wakaf sangat memudahkannya untuk berwakaf.

Insan tuna nerta setiap hari kini kian bertambah. Ketika cahaya mulai redup, semoga tak meredupkan mata hati untuk terus berbagi. Begitu pula yang dirasakan oleh Ibu Neni. Pada usia yang senja pandangannya mulai mengabur. Ia hanya dapat melihat satu warna yang berubah kapanpun. Aksara maupun tulisan sudah tak dapat terbaca. Menurut dokter, Ibu Neni menderita penyakit Glukoma. Walaupun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berbagi kepada siapapun termasuk insan tuna netra. Ia berharap dapat mempelajari Al-Quran Braille pada usia senjanya.

Cukup dengan mendengarkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, melalui program tadarus bersama insan tuna netra maupun program mari mengaji. Tak pernah terlewat oleh Ibu Neni. Semoga kita semua dapat memetik hikmah dan inspirasi.

Saat mata secara fisik mulai meredup bukan berarti mata hati juga luput dari cahaya. Dengan Al-Qur’an braille setiap insan tuna netra berhak mendapatkan, menikmati, dan ketentraman hati saat terus berdekatan dengan Al-Qur’an serta sakinah saat bibir mampu melantunkan asma-Nya.


Wakaf yang senantian ayah dan bunda titipkan kepada LSM Ummi Maktum Voice insyaallah menjadi wasilah setiap insan tuna netra dapat memiliki Al-Qur’an tanpa berbayar. [Red: Aulia]