BAHAYAKAH MATA JULING (STRABISMUS) UNTUK PENGLIHATAN ?

BAHAYAKAH MATA JULING (STRABISMUS) UNTUK PENGLIHATAN ?

Apa itu Mata Juling (Strabismus) ?

Strabismus atau mata juling adalah kondisi saat posisi kedua mata tidak sejajar dan keduanya bergerak ke arah yang berbeda. Pada kondisi ini, salah satu mata biasanya mengarah ke depan, tapi mata yang lain bisa melihat ke samping, atas, atau bawah. Penyebab mata juling (Strabismus) adalah kontrol otot mata yang tidak berfungsi dengan baik. Itu sebabnya, salah satu mata akan berfokus ke arah tertentu, sedangkan mata lainnya melihat ke arah yang berbeda. Seiring berjalannya waktu, mata yang lebih lemah dan jarang digunakan akan mengakibatkan fenomena “mata malas” atau Ambliopia. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen. Mata juling dapat diatasi dengan penggunaan kacamata khusus ataupun prosedur operasi.

Mata juling dalam istilah medis dikenal dengan istilah Strabismus. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan koordinasi pada otot penggerak bola mata. Posisi mata yang tidak sejajar menyebabkan kedua mata tidak mampu fokus ketika melihat objek yang sama. Jika tidak ditangani, mata yang juling dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, salah satunya adalah kebutaan. Mata juling adalah kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan melihat ke arah yang berbeda. Meski paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja dari semua kelompok usia. Mata juling juga dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

Umumkah Kondisi Mata Juling ?

Strabismus adalah kondisi kelainan pada mata yang lebih banyak ditemukan pada anak-anak. Sekitar 1 dari 20 anak menunjukkan gejala Strabismus. Pada anak-anak, mata juling biasanya sudah muncul saat lahir. Namun, mata juling pada bayi sering tidak terdiagnosis hingga bayi berusia 3 bulan. Sementara itu, tidak sedikit pula kasus mata juling yang ditemukan pada usia dewasa. Mata juling pada orang dewasa bisa disebabkan oleh adanya penyakit atau masalah kesehatan tertentu.

Tanda-tanda dan Gejala Mata Juling

Strabismus lebih banyak ditemukan pada bayi, balita, dan anak-anak. Pada saat berusia 3 atau 4 bulan, mata bayi seharusnya bisa fokus pada objek yang dekat, dengan posisi kedua mata yang lurus dan rata. Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah bisa fokus melihat objek yang jauh. Namun, pada bayi dan anak-anak yang memiliki mata juling, posisi mata akan mengalami perubahan dan perbedaan arah gerak ketika berusaha fokus pada objek tertentu. Ciri-ciri Strabismus sebagian besar bisa dirasakan atau terlihat dengan jelas, tapi ada juga yang mengalami gejalanya sewaktu-waktu seperti muncul untuk beberapa waktu lalu hilang.

Tanda-tanda dan gejala yang paling umum dari starbismus meliputi:

  1. Posisi kedua mata tidak sejajar.
  2. Kedua mata tidak melihat ke arah yang sama.
  3. Penglihatan ganda.
  4. Menutup salah satu mata saat berusaha fokus pada objek tertentu.
  5. Pergerakan mata yang tidak terkoordinasi (kedua mata tidak bergerak bersamaan).
  6. Kehilangan penglihatan.

Mendeteksi Mata Juling Sejak Dini

Mendeteksi mata juling pada bayi dan anak mungkin akan sedikit sulit bagi beberapa orangtua. Apabila bayi atau anak sering menutup salah satu mata atau kerap membenarkan posisi kepalanya, mungkin orangtua perlu waspada dan memeriksakan anak ke dokter. Pada kebanyakan kasus, penyebab mata juling dipengaruhi oleh faktor keturunan sehingga disebut juga dengan Strabismus bawaan. Secara umum mata juling disebabkan oleh pergerakan otot mata yang tidak berfungsi dengan baik.

Seperti yang dijelaskan dalam American Optometric Association, terdapat 6 otot berbeda di setiap mata. Otot-otot ini bekerja secara bersamaan untuk menggerakkan mata. Dengan begitu, kedua mata bisa fokus melihat suatu objek secara bersamaan. Pada penderita Strabismus, otot-otot mata tersebut tidak mampu bekerja bersamaan. Akibatnya, salah satu mata fokus melihat ke suatu objek, sementara yang lainnya melihat ke arah yang berbeda.

Bentuk Pengobatan Terhadap Mata Juling

Pengobatan Strabismus ditujukan untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi, seperti Ambliopia atau kebutaan permanen. Semakin cepat gejala-gejala ditangani, semakin efektif hasil pengobatannya. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk mata juling :

  1. Mengggunakan kacamata atau lensa kontak, terutama jika terdapat gangguan penglihatan lain seperti rabun dekat.
  2. Penggunaan lensa prisma, yaitu lensa yang lebih tebal untuk mengurangi pergerakan mata yang sulit untuk fokus melihat ke satu arah.
  3. Menggunakan penutup mata yang dipakai untuk menutup bagian mata yang berfungsi paling baik. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan penglihatan mata yang lebih lemah.
  4. Injeksi botulinum toxin atau botox yang disuntikkan pada salah satu otot permukaan mata.
  5. Terapi otot mata untuk melatih fokus penglihatan dan meningkatkan koordinasi pergerakan otot mata.
  6. Operasi untuk memperbaiki kerusakan otot mata dengan mengubah bentuk atau posisi otot mata. Pengobatan ini juga dibarengi dengan terapi otot mata.

Mata juling umumnya tidak dapat dicegah. Namun, pencegahan terhadap komplikasi mata juling dapat dilakukan dengan deteksi dini dan pengobatan secara tepat. Sejak baru dilahirkan hingga masa awal prasekolah, anak harus selalu dipantau kesehatan matanya, terutama apabila anak memiliki faktor resiko terkena mata juling.

LSM Ummi Maktum Voice
Membuka Mata Hati Menghadirkan Al-Quran Didalam Hati

Konfirmasi Wakaf

Informasi Lengkap

Website : umv.or.id

Telepon : (022) 522 8552

WhatsApp : 0811 911 0800

FaceBook

Instagram

YouTube

Tik Tok